NUcare-LazisNU Gelar Kirab Koin Raksasa Kelilingi Pulau Jawa

Banten- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serius mengawal mewujudkan program prioritas bidang ekonomi amanah muktamar NU ke 33 di Jombang 2015 lalu. Salah satu program turunan adalah Gerakan Koin (kotak infaq) NU yang dilaksanakan NU Care-LAZISNU.

NU Care-LazisNU menggelar kirab Koin (kotak infak) raksasa hasil rakornas beberapa bulan lalu. Kirab Koin ukuran jumbo tersebut dimulai dari Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten asuhan Rais Aam PBNU Prof.DR. KH. Ma’ruf Amin.

Koin raksasa berangkat dari Banten sampai timur pulau Jawa, yakni Kabupaten Banyuwangi. Ada 6 (enam) provinsi yang menjadi tempat singgah kirab Koin raksasa yaitu Provinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

“Di masing-masing provinsi, Koin Raksasa akan berhenti di 10 Kabupaten/Kota. Estimasi waktunya di satu provinsi dua minggu. Jika ada enam provinsi maka akan memakan waktu selama kurang lebih tiga bulan,” jelas Direktur Eksekutif NUcare-LazisNU, Syamsul Huda di Serang, Banten, Rabu (14/3).

Syamsul mengatakan koin, yang bermakna ganda yaitu uang receh dan juga singkatan dari kotak infak, memang tidak singkat prosesnya. Pola penghimpunan dana dari warga untuk warga ini kami lihat berangkat dari Sukabumi dengan tradisi jimpitan, yang dipraktikkan oleh Almarhum Ajengan Abdul Basith. Kemudian disempurnakan oleh PCNU Sragen yang diinisiasi oleh Kiai Ma’ruf Islamuddin lewat Gerakan Koin NU, yang pada April 2017 diresmikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

“Sukabumi, lewat tradisi jimpitan telah berhasil mendirikan klinik ZIS, usaha peternakan kambing. Begitu pun dengan Sragen, dengan modal uang receh dari masyarakat membangun Rumah Sakit NU Sido Waras, jasa travel, dan program pemberdayaan ekonomi lainnya,” papar Syamsul.

Sekarang, lanjutnya berbagai daerah berlomba-lomba menggerakkan roda ekonomi Nahdliyin. Gerakan Koin NU, yang dimotori oleh NU Care-LAZISNU, dengan massif digalakkan oleh warga NU di Jombang, Banyumas, Kulonprogo, Tangerang Selatan, Surabaya, Kota Bandung, Semarang, Lampung, Nganjuk, dan banyak lagi daerah lainnya dengan eksplorasi program, sesuai kondisi dan potensi daerah masing-masing.

“Daerah lain termotivasi oleh Gerakan Koin NU Sragen. Hal ini seperti apa yang diramalkan oleh Gus Dur, kebangkitan NU nanti akan dimulai dari Sragen,” ujar Syamsul sembari mengingat dawuh Guru Bangsa, Gus Dur.

Ia menegaskan melalui Kirab Koin Raksasa, pihaknya hendak memantapkan dan menyosialisasikan Gerakan Koin NU Peduli secara lebih luas di berbagai daerah. Pola penghimpunan Koin NU menjadi pola utama NU Care-LAZISNU. Sementara pola pengelolaannya seperti Baitul mal wa tamwil (BMT) dirasa cocok untuk warga nadhliyyin.

“BMT yang dikelola pesantren maupun PCNU juga banyak yang sukses di berbagai daerah misalnya BMT NU Jawa Timur dengan mengelola dana 1,2 triliun, disusul BMT di Semarang 300 miliar, dan terakhir di Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur dengan pengelolaan 60 miliar,” tegasnya.

Related Articles