Apakah Islam Nusantara Menyesatkan ?

JAKARTA- Terminologi islam nusantara kembali menghangat menjadi perbincangan masyarakat baik di dunia nyata maupun di media sosial. Terminologi yang lekat dengan Nahdlatul Ulama (NU) ini kembali dengan sengaja ‘dimainkan’ oleh kelompok HTI dan wahabi yang berafiliasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyesatkan NU. Bisa dicek akun-akun media sosial pasti afiliasi dengan PKS.

Sejak mengenalkan islam nusantara yang dipakai tema muktamar ke 33 di Jombang, NU tidak henti-hentinya diserang tanpa tahu apa yang dimaksud islam nusantara oleh NU. Mulai difitnah membuat agama baru, aliran sesat dan lain sebagainya. Setelah NU melalui PBNU menjelaskan apresiasi tidak hanya datang dari dalam negeri akan tetapi dunia internasional mengapresiasi NU yang tidak condong ke dua kutub islam global yakni Arab Saudi dan Iran. Meskipun demikian karena didasarkan kebencian mereka (afiliasi PKS) tetap menyalahkan istilah Islam nusantara. Padahal mereka menbuat istilah islam terpadu, Muhammadiyah islam berkemajuan, kenapa Islam nusantara yang disasar?

Baiklah redaksi seputarnu.com dengan niat tabayyun memberikan penjelasan apa islam nusantara itu.

Islam nusantara yang dimaksud NU adalah islam ahlussunnah wal jamaah an nahdliyyah yang diamalkan, didakwahkan dan dikembangkan di bumi nusantara oleh para pendakwahnya yang diantara tujuannya untuk mengantisipasi dan membentengi umat dari paham radikalisme, liberalisme, syiah, wahabisme dan paham-paham lainnya yang tidak sejalan dengan aswaja an nahdliyyah. Islam Nusantara yang dimaksud NU adalah metode (manhaj) dakwah di bumi nusantara yang penduduknya multi etnis, multi budaya, dan multi agama yang dilakukan secara santun dan damai.

Metode dakwah islam nusantara yang ramah, santun dan penuh hikmah, setidaknya meliputi metode dakwah islam nusantara masa walisongo dan masa kekinian. Metode dakwah islam nusantara di masa kini secara prinsip sama dengan metode dakwah masa walisongo, meskipun dalam strateginya perlu dilakukan dinamisasi sesuai tantangan zaman, dengan tetap berpijak pada aturan syar’i.

Islam nusantara berdakwah dengan hikmah, mau’izhah hasanah, dan berdialog dengan penuh kesantunan. Toleran terhadap budaya lokal yang tidak bertentangan dengan agama. Memberi teladan dengan al akhlakul al karimah. Memprioritaskan mashlahah ‘ammah daripada mashlahah khasshah. Berprinsip dar’al mafasid muqaddam ‘ala jalb al mashalih.

baca juga :

Inilah penjelasan tentang islam nusantara yang dimaksud Nahdlatul Ulama. Islam nusantara bukan mengganti kafan dengan kain batik, bukan mengganti sampeyan dengan antum, bukan mengganti al Qur’an dengan sya’ir. Islam nusantara adalah metode beragama dengan merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, mengilhami bukan menghakimi. Waspada jangan mudah terprovokasi seiring dunia tanpa batas zaman now ini.

Related Articles