Bertemu JK, LDNU Usulkan Pendakwah Moderat di Masjid BUMN

JAKARTA- Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) silaturahim dengan Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7). PP LDNU mengusulkan pendakwah moderat di masjid-masjid Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menangkal penyebaran paham radikal.

“Kami melaporkan progres data base pendakwah moderat dan melakukan pelatihan untuk penguatan kapasitas dan kualitas juru dakwah terutama berkaitan dengan strategi dakwah di kantor -kantor BUMN dan media sosial (Medsos). LDNU juga membangun sinergitas dengan media termasuk pengelola Facebook, Instagram (IG) dan Twitter, dan rencana pembangunan Gedung Dakwah NU,” tutur Ketua PP LDNU KH. Maman Imanulhaq usai bertemu Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dikantornya, Jakarta, Selasa (17/7).

Maman menjelaskan JK-sapaan Pak Jusuf Kalla- mengapresiasi kinerja LDNU yang lebih bersikap proaktif, sistematis dan sinergi dengan berbagai kalangan untuk menghalau penyebaran paham radikal di kantor BUMN. JK, lanjutnya juga mendukung rencana pembangunan gedung dakwah NU.

“JK setuju gedung dakwah NU sebagai tempat informasi dakwah transformatif dan damai. Gedung dakwah NU juga sebagai pusat kaderasasi juru dakwah yang menguasai nilai keislaman dan keIndonesiaan,” imbuh Maman usai bertemu JK yang juga anggota Mustasyar PBNU itu.

Ia menuturkan pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat kerja nasional membahas perkembangan dakwah secara nasional. Ia sekaligus mengundang Wapres JK membuka acara Rakernas yang akan diselenggarakan di Ponpes Al Mizan, Jatiwangi, Majalengka. “LDNU juga mengundang Wapres untuk acara Rakernas di Pesantren Al-Mizan Jatiwangi,” tuturnya.

Pertemuan LDNU berlangsung sekitar 40 menit dengan JK. Sesekali melempar candaan khas NU yang membuat tertawa seisi ruangan.

Related Articles