Makna  dan Fadhilah Qurban

JAKARTA- Idul Adha merupakan hari besar kedua setelah idul fitri  bagi umat Islam. Hari Idul Adha juga sering disebut sebagai hari raya haji atau hari kurban.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied berjama’ah, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah melakukan shalat, dilakukan penyembelihan dan pembagian hewan kurban kepada manusia yang membutuhkan, hal ini dilakukan dilatar belakangi oleh perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Ma’na kurban diterangkan Dalam kitab al Mausuu’atul Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah juz V halaman 74 :

اَلْقُرْبَانُ : مَا يَتَقَرَّبُ بِهِ الْعَبْدُ إِلَى رَبِّهِ ، سَوَاءُ أَكَانَ مِنَ الذَّبَائِحِ أَمْ مِنْ غَيْرِهَا

. وَالْعَلَاقَةُ الْعَامَّةُ بَيْنَ الْأُضْحِيَّةِ وَسَائِرِ الْقَرَابِيْنِ أَنَّهَا كُلَّهَا يُتَقَرَّبُ بِهَا إِلَى اللهِ تَعَالَى ، فَإِنْ كَانَتْ الْقَرَابِيْنُ مِنَ الذَّبَائِحِ كَانَتْ عَلَاقَةُ الْأُضْحِيَّةِ بِهَا أَشَدَّ ، لِأَنَّهَا يَجْمَعُهَا كَوْنُهَا ذَبَائِحَ يُتَقَرَّبُ بِهَا إِلَيْهِ سُبْحَانَهُ ، فَالْقُرْبَانُ أَعَمُّ مِنَ الْأُضْحِيَّةِ

Qurban yaitu apa-apa yang dijadikan oleh seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya, baik berupa sembelihan atau yang lainnya. Pertalian antara keduanya secara umum adalah kesemuanya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Dan jika qurban berupa sembelihan maka pertalian udhiyyah (QURBAN) dengannya lebih sangat, karena pertalian tersebut mengumpulkan adanya udhiyyah menjadi sembelihan yang dijadikan untuk mendekatkan diri kepada_Nya – Maha Suci Dia- (Dengan demikian) Qurban lebih umum dari Udhiyyah.

Beberapa keutamaan qurban sendiri telah dijelaskan dalam beberapa kitab. Salah satu keutamaan berqurban dijelaskan dalam kitab  Hasyiyah Asy Syarqaawi ‘alaa Tuhfatiththullaab juz II halaman 463.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً اَحَبَّ اِلَى اللهِ مِنْ إِرَاقَةِ الدَّمٍ اِنَّهَا لَتَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَ اَظْلاَفِهَا وَاِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ قَبْلَ اَنْ يَقَعَ مِنَ اْلاَرْضِ فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا.

“Tidak beramal anak Adam pada hari Nahr (‘Iedul Adha) yang paling disukai Allah selain daripada mengalirkan darah (menyembelih qurban). Qurban itu akan datang kepada orang-orang yang melakukannya pada hari qiyamat dengan tanduk dan kukunya. Darah qurban itu lebih dahulu jatuh ke suatu tempat yang disediakan Allah sebelum jatuh ke atas tanah. Oleh sebab itu, berqurbanlah dengan senang hati.”

perayaan hari raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata. Dalam  Islam ibadah bukan hanya menyambung hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan. Namun, beribadah juga sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan horizontal, antara manusia dengan sesamanya. (De/SD)

 

Related Articles