Ini Isi Pernyataan Bersama PBNU-PP Muhammadiyah

JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof.Dr. KH. Said Aqil Siroj silaturahim ke kantor PP Muhammadiyah Rabu (31/10) malam. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir langsung menyambut kedatangan Kiai Said dan rombongan. Silaturahim dua organisasi kemasyarakatan menghasilkan beberapa poin penting ditengah panasnya situasi nasional jelang proses pesta demokrasi.

Berikut pernyataan bersama PBNU-PP Muhammadiyah tentang persatuan, kedaulatan dan kemajuan bangsa Indonesia yang dibacakan bergantian.

‘Pertama, berkomitmen kuat menegakkan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan atas Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang lslami. Bersamaan dengan itu menguatkan dan memperluas kebersamaan dengan seluruh komponen bangsa dalam meneguhkan integrasi nasional dalam suasana yang damai, persaudaraan, dan saling berbagi untuk persatuan dan kemajuan bangsa.

Kedua, mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan dengan profesional, konstitusional, adil, jujur, dan berkeadaban. Semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang koruptif dan transa ksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai Agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia.

Ketiga, meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual, serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan, ekonomi, kebudayaan,dan bidang-bidang strategis lainnya. Komunikasi dan kerjasama tersebut sebagai perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia.

Keempat, ada tahun politik ini semua pihak agar mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik. Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, cerdas, dewasa, serta menjunjung tinggi keadaban serta kepentingan bangsa dan negara. Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama. Kami percaya rakyat dan para elite Indonesia makin cerdas, santun, dan dewasa dalam berpolitik.

Pertemuan kedua ormas terbesar di Indonesia berlangsung akrab dan santai. Dan menyejukkan kondisi sosial politik nasional.

Related Articles